Minggu, 29 Januari 2017

Be Enchanted



PROLOG

               
                “Hai Del, abis makan siang lu udah boleh pulang kok” kata cewek berambut tergerai panjang dengan ujungnya ikal seraya menaruh nampan makananannya ke atas meja sembari mendudukkan diri di sebelah cewek berambut selengan yang tengah fokus mengunyah nasi di mulutnya.

                “Tumben banget” cibir si cewek berambut selengan acuh yang bernama Adelia seraya menyumpit nugget kecil di nampannya lalu menyuapkannya ke dalam mulut, mengunyah.

                Cewek berambut tergerai itu kemudian tertawa. “Emang nggak boleh apa kalau Bos nyuruh anak buahnya pulang cepet”. Setelahnya, dia tertawa lagi.

                Adel sama sekali nggak menggubris, dia masih meneruskan mengunyah sisa nugget di mulutnya sebelum gantian menyuap sesumpit nasi ke dalam mulutnya. Sepuluh menit berlalu, dua cewek yang duduk di tengah meja Cafetaria saling diam seolah sedang menikmati makan siangnya masing-masing. Berkebalikan dengan suasana Cafetaria yang makin ramai bersamaan dengan jam makan siang yang hampir selesai.

                Sedetik berlalu, Adel menyudahi makannya yang masih menyisakan setengah porsi lagi. Dia meletakkan sumpitnya ke sisi nampannya. Lalu, memutar kepalanya malas ke cewek di sebelahnya yang tengah asyik menyuap sayuran ke dalam mulutnya.

                “Udah deh nggak usah basa basi. Mau lu sebenarnya apa sih San?”tanya Adel pada si cewek yang bernama Sandra.

                Sandra balas menoleh, memasang wajah berpikir sekalian menelan kunyahannya sebelum berkata. “Nah untung lu peka Del” tukas Sandra sambil menyodorkan sumpitnya ke depan wajah Adel. Refleks Adel memundurkan sedikit tubuhnya, takut-takut sumpit Sandra mencolok matanya. Berabe deh jadinya...

                Sandra menyudahi makannya cepat, dia lalu bangkit berdiri dan melompati bangku panjang yang di dudukinya tadi. Adel mendongak lalu melihat Sandra yang berbalik badan menghadapnya. “Pokoknya malam ini lu harus berangkat ke Jogja. TITIK” tukasnya jelas tanpa bantahan. Setelahnya, Sandra berlalu pergi tanpa mendengar protesan panjang yang sudah siap di lontarkan Adel.

                Adel menghela napas panjang di duduknya. Dirasakannya bahunya begitu berat. Adel menunduk. Kata-kata Jogja mengiang-ngiang di telinganya.


                Jogja ya....kenapa dari 34 kota di Indonesia. Gue harus disuruh kesana. Anjirr bangettttt, rutuknya dalam hati. 


Be Enchanted Bab 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar