PROLOG
“Hai Del, abis makan siang lu udah boleh pulang kok”
kata cewek berambut tergerai panjang dengan ujungnya ikal seraya menaruh nampan
makananannya ke atas meja sembari mendudukkan diri di sebelah cewek berambut selengan
yang tengah fokus mengunyah nasi di mulutnya.
“Tumben banget” cibir si cewek berambut selengan acuh
yang bernama Adelia seraya menyumpit nugget kecil di nampannya lalu menyuapkannya
ke dalam mulut, mengunyah.
Cewek berambut tergerai itu kemudian tertawa. “Emang
nggak boleh apa kalau Bos nyuruh anak buahnya pulang cepet”. Setelahnya, dia
tertawa lagi.
Adel sama sekali nggak menggubris, dia masih
meneruskan mengunyah sisa nugget di mulutnya sebelum gantian menyuap sesumpit
nasi ke dalam mulutnya. Sepuluh menit berlalu, dua cewek yang duduk di tengah
meja Cafetaria saling diam seolah sedang menikmati makan siangnya
masing-masing. Berkebalikan dengan suasana Cafetaria yang makin ramai bersamaan
dengan jam makan siang yang hampir selesai.
Sedetik berlalu, Adel menyudahi makannya yang masih
menyisakan setengah porsi lagi. Dia meletakkan sumpitnya ke sisi nampannya.
Lalu, memutar kepalanya malas ke cewek di sebelahnya yang tengah asyik menyuap
sayuran ke dalam mulutnya.
“Udah deh nggak usah basa basi. Mau lu sebenarnya apa
sih San?”tanya Adel pada si cewek yang bernama Sandra.
Sandra balas menoleh, memasang wajah berpikir sekalian
menelan kunyahannya sebelum berkata. “Nah untung lu peka Del” tukas Sandra
sambil menyodorkan sumpitnya ke depan wajah Adel. Refleks Adel memundurkan
sedikit tubuhnya, takut-takut sumpit Sandra mencolok matanya. Berabe deh
jadinya...
Sandra menyudahi makannya cepat, dia lalu bangkit
berdiri dan melompati bangku panjang yang di dudukinya tadi. Adel mendongak
lalu melihat Sandra yang berbalik badan menghadapnya. “Pokoknya malam ini lu
harus berangkat ke Jogja. TITIK” tukasnya jelas tanpa bantahan. Setelahnya,
Sandra berlalu pergi tanpa mendengar protesan panjang yang sudah siap di
lontarkan Adel.
Adel menghela napas panjang di duduknya. Dirasakannya
bahunya begitu berat. Adel menunduk. Kata-kata Jogja mengiang-ngiang di
telinganya.
Jogja
ya....kenapa dari 34 kota di Indonesia. Gue harus disuruh kesana. Anjirr
bangettttt, rutuknya dalam hati.
Be Enchanted Bab 1
Be Enchanted Bab 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar